Islam dan Pluralisme

Pluralisme adalah paham yang masih hangat untuk didiskusikan hingga saat ini. Pluralisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bermakna ; keadaan masyarakat yang majemuk. Sedang dalam ilmu sosial, pluralisme adalah sebuah kerangka di mana ada interaksi beberapa kelompok yang menunjukkan rasa saling menghormati dan toleransi satu sama lain.

Kemajemukan dan keberagaman agama, budaya, suku, adat istiadat dan bahasa dalam kerangka NKRI adalah sesuatu yang tak dapat dinafikkan dan ditolak. Menerima kemajemukan berarti menerima perbedaan.

Dari segi essensial, pada dasarnya manusia itu adalah mahluk sosial yang mempunyai harkat dan martabat yang sama. Namun dari segi eksistensi, manusia secara individu maupun komunal berbeda satu sama lain. Manusia yang sama dari segi essensial dan berbeda dari segi eksistensi pada hakekatnya adalah mahluk yang hidup bersama, saling membutuhkan dan saling ketergantungan satu sama lain baik secara individu ataupun komunal. Adanya perbedaan dari segi eksistensi inilah yang melahirkan “identitas” pada tiap individu ataupun tiap komunal. Lahirnya “identitas” berbeda-beda pada tiap individu ataupun komunal menciptakan keanekaragaman atau kemajemukan yang tidak dapat disangkal kehadirannya.

Dalam suatu tatanan masyarakat beragama majemuk seperti negara Indonesia, toleransi agama ataupun rasa saling menghormati dan menghargai antara pemeluk agama adalah mutlak. Dalam agama Islam sendiri yang selama ini di’frame’kan buruk oleh sebagian media dan sebagian kalangan sebagai agama non-toleran justru menganjurkan memberikan ruang kepada toleransi.

Jadi sungguh sebuah kekeliruan jika Islam dianggap non-toleran terhadap agama lain dan tidak mengakui pluralitas agama di Indonesia. Lalu apa yang membuat Islam dan pluralisme sulit sejalan saat ini ?

Pluralisme dalam perkembangannya saat ini adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif, oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah.

Seperti yang telah disebutkan oleh Al-Quran bahwa Islam memberi ruang terhadap pluralitas agama dan jelas dari ayat-ayat tersebut menggambarkan bahwa ruang yang dimaksud adalah kebebasan beragama dan menjalankan keyakinan dan ibadah masing-masing pemeluknya tanpa mencampur (keyakinan dan ibadah) satu sama lain. Dari segi ini tergambarkan bahwa Islam bukannya menolak pluralitas agama, namun menolak percampuradukan keyakinan dan ibadah seperti yang dianut paham pluralisme saat ini. Artinya bahwa tidak ada toleransi dalam hal keimanan dan peribadatan bukannya berarti tidak ada toleransi dalam hal hidup berkemajemukan agama. Menerima perbedaan bukan berarti menyama ratakan. Bertoleransi bukan berarti mengendorkan aturan agama.

Selain daripada itu, pluralisme dengan kerelatifan kebenaran agama yang dianutnya akan membuat zona abu-abu” dalam hal keyakinan. Lambat laun, akan terjadi akulturasi keyakinan bagi pemeluk agama disebabkan oleh “zona abu-abu” tersebut. “Zona abu-abu” itu awalnya akan melahirkan keragu-raguan terhadap agama sendiri lalu berlanjut keragu-raguan terhadap Tuhan dan berujung pada atheisme.

Dan juga, penganut pluralisme menggaris bawahi tidak adanya hal yang lebih benar dan yang salah, anehnya sebagian daripada penganut pluralisme justru suka menyalah-nyalahkan kalangan yang tidak sepaham dengan mereka. Inilah yang disebut paradoks liberalisme. Seharusnya penganut pluralisme menghargai yang tidak sepaham dengan mereka dan tak perlu memberikan stempel macam-macam seperti “fundamentalis”, “radikal’, “wahabi”, “anti-pluralisme”, “tidak demokratis”, “anti-HAM”, dan sebagainya. Tindakan sebagian penganut pluralisme menyalah-nyalahkan pihak lain hanya menggambarkan konsep yang meragukan, padahal gagasan dasar mereka adalah “tak ada yang benar dan salah”.

Seseorang yang menganut keyakinan mutlak terhadap suatu paham sudah semestinya menjalankan dan meyakini paham tersebut. Penganut paham pluralisme sejati ialah yang beribadah di sembarang tempat ibadah dan beribadah dengan aneka gerakan ibadah, sebab penganut paham ini menganggap bahwa semua agama sama dan kebenarannya bersifat relatif. Jadi di mana pun tempat ibadahnya (masjid, gereja, viara, kuil dsb) dan bagaimanapun gerakannya itu bukanlah masalah.

Tekhnik Dasar Dalam Bola Basket

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Marilah kita simak Tekhnik Dasar Dalam Bola Basket.

1. Passing & Catching

Dalam permainan bola basket, terdapat beberapa teknik mengoper (passing) yang berbeda:

a. Chest Pass (operan setinggi dada)
Operan ini dilakukan dengan memegang bola didepan dada, kemudian bola dilempar lurus kedepan.

b. Bounce Pass (operan pantul)
Untuk melakukan operan ini, bola berawal pada posisi sejajar dengan dada, lalu dioper dengan cara memantulkan bola kearah lantai.

c. Overhead Pass (operan diatas kepala)
Operan ini dilakukan dengan kedua tangan berada diatas dan penerima bola pun juga harus menerimanya dengan posisi tangan diatas

d. Behind the Back Pass
Operan ini dilakukan dengan cara mengoper bola dari tangan yang berposisi dibelakang punggung, sehingga lawan tidak mengetahui posisi sasaran yang dituju.

2. Dribbling (Menggiring bola)

Prinsip dasar menggiring bola dalam permainan bola basket yaitu kontrol pada jari-jari, kepala tegak, mempertahankan tubuh yang rendah, melindungi bola, dan melatih kedua tangan agar sama-sama dapat menggiring bola dengan baik.

Berikut beberapa tips dribbling yang benar:

  • Anda harus bisa menggiring bola dengan tangan kanan maupun kiri sampai benar-benar dapat menguasainya.
  • Jangan menundukkan kepala pada saat sedang menggiring bola karena pandangan Anda harus selalu mencari posisi yang tepat untuk menghindari sergapan lawan dan jangan sampai mengoper ke tim lawan.
  • Setelah Anda menguasai dribbling, Anda juga harus belajar melakukan pertahanan, karena kalau tidak bola akan mudah direbut oleh lawan. Cara melakukan pertahanan adalah dengan memposisikan lengan kiri sejajar dengan dada, menjulur kearah lawan sehingga lawan tidak bisa merebut bola.

3. Shooting (Menembak bola)

Gerakan ini adalah menembakkan bola kearah keranjang lawan untuk mendapatkan poin.

Beberapa tips shooting yang benar:

  • Pegang bola dengan 2 tangan agar bola bisa terarah dengan baik.
  • Dalam pegangan, buat sudut 90 derajat antara tangan kiri dan kanan atau sebaliknya.
  • Setelah itu angkat bola sampai diatas kepala dan arahkan bola ke ring. Posisi kedua kaki mengarah ke ring basket. Buat tekukan sehingga ada gaya pegas otot kaki. Lengan di tekukkan untuk melontarkan dan bukan mendorong.
  • Shooting yang baik adalah dengan satu tangan, dan yang satu lagi untuk mengarahkan.
  • Saat melempar bola, tenaga harus datang dari kedua kaki dan bukan dari tangan, dan badanpun harus mengikuti gerakan menembak.

4. Pivot (Cara berputar)

Pivot adalah gerakan memutar badan dengan menggunakan salah satu kaki sebagai poros putaran. Pivot dapat dilakukan sebelum melakukan dribbling, passing ataupun shooting.

5. Rebound

Rebound merupakan suatu usaha untuk mengambil atau menangkap bola yang datangnya memantul dari papan atau keranjang akibat dari tembakan yang tidak berhasil.

Sama seperti olahraga lainnya, untuk dapat mahir bermain basket, tentunya Anda harus banyak berlatih. Coba praktekkan teknik-teknik yang disebutkan diatas dan terus berlatih hinga dapat benar-benar menguasainya.